KEJAR IMPIAN JANGAN PAKE EMOSI

Kata motivator, impian itu harus besar, biar semangat ngejarnya. Namun sering kali kita merasa kelelahan ketika berlari marathon untuk mewujudkan impian. Dan belum sampe setengah perjalanan, sudah tumbang. Bukan hanya fisik, tapi mental yang lebih terpukul.

Sayangnya pola ini terus berulang setiap awal tahun. Bikin impian lagi, kejar ngebut lagi, belum terwujud, sudah menyerah lagi.

Sampe akhirnya jadi kaya males punya mimpi rasanya. Ada yang pernah ngalamin seperti itu Mak?

Dulu akupun gitu, hingga suatu hari aku mendapat hidayah mengenai “batu loncatan”.

Ternyata impian besar tetap harus kita pegang. Itu menjadi visi utama yang kita tuju. Nah visi tersebut bisa dicapai dengan melakukan berbagai misi.

Misi-misi ini yang menjadi batu loncatan. Setiap misi juga merupakan sebuah impian yang harus dikejar dan diwujudkan. Misi tidak boleh melenceng dari visi yang dicanangkan.

Misalnya seperti visi kami yang ingin memiliki lembaga pendidikan dengan fasilitas seluas 3 hektar. aamiiin.. Maka kami mulai dengan membangun lembaga pendidikan kecil di halaman rumah dulu.

Bayangkan diri kita adalah seorang amatir, yang tiba-tiba harus ikut olimpiade angkat besi seberat 20kg. Wah langsung masuk rumah sakit.

Jangan kebawa emosi ketika ngejar impian. Lihat orang lain laris jualan produk A, kita langsung ikutan produksi A. Padahal belum paham ilmu jualan, tapi langsung nekat jadi produsen. Atau nyetok banyak sebagai distributor besar tanpa memiliki “kolam” yang sesuai.

Ketika kita ingin jadi dokter, kita juga harus masuk SD kelas 1 dulu, lalu naik kelas 2 hingga lulus SD. Tapi setelahnya tetep gak bisa loncat langsung kuliah, mesti ke SMP & SMA dulu. Maklum bukan jenius yang bisa akselerasi.

Sabar.. jangan minjem duit untuk memulai bisnis. Bencana!

Kita belum punya ilmu dan pengalaman untuk mengolah uang banyak. Bencana!

Allah baru amanahin 100rb, ya udah beliin kuota aja untuk modal jualan. Cari supplier yang pendaftaran resellernya gratis (kalo gak percaya ada, chat aku aja, nanti aku kasih tau). Lalu mulailah belajar WA Marketing. Belajar dulu selling, ramah dengan orang lain, percaya diri menawarkan, menggali kebutuhan konsumen, melakukan pencatatan.

Dari sana Mak sudah melewati batu loncatan pertama. Tambah suppliernya, beranikan jual produk berikutnya dan tawarkan ke pelanggan lama dulu. Kemudian beriringan Mak perluas market dan melakukan branding.

Personal Branding yang lebih dulu dilakukan, sebab orang belum kenal olshop Mak, tapi orang bisa jadi temen Mak karena Mak baik, ramah dan bisa membantu konsumen mendapatkan kebutuhannya.

Lanjutkan dengan Corporate Branding, gedein nama olshop Mak. Bikin pelanggan inget dan betah untuk selalu belanjanya di Mak. Perbanyak produk yang dijual. Hingga jadi kaya Carrefour atau Indomaret.

Hasil yang didapat terus diputar (laba ditahan), jangan dulu untuk mewujudkan impian besar. Perkuat pondasi keuangan bisnis. Hingga menjadi mesin uang yang terus mengalirkan keuntungan.

Batu loncatan satu persatu Mak lewati dengan penuh syukur, gak boleh kufur. Alhamdulillah sudah bisa rekrut 1 karyawan, ini batu loncatan untuk Mak dipantaskan Allah punya 100 karyawan.

Sekarang kantor olshop ada di ruang tamu kontrakan, ini persiapan untuk Mak punya kantor yang luas dan milik sendiri.

Pencatatan keuangan sudah mulai rutin, padahal omzet baru 500rb. Ini cara kita mempersiapkan diri untuk punya 5 milyar sebulan.

Yaaahh.. gimana Allah mau kasih amanah 5 milyar kalo sekarang 500rb aja gak diurus dengan benar.

Profesional menjalankan bisnis sejak dini adalah cara kita membuktikan ke Allah bahwa kita siap untuk diamanahi bisnis yang besar

Bismillah profit naik 100% per bulan konsisten dan berkelipatan aamiiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Artikel Lainnya

Sudah Siap Jadi MakPreneur?

Tempat terbaik untuk Makpreneur belajar ilmu bisnis, sharing, dan menambah relasi.

LOKASI KAMI

© 2023 Bumi Langit Group. All rights reserved.